makalah parenting kunjungan rumah (home visit)

MAKALAH KAPITA SELEKTA
PARENTING SEMINAR

Makalah
ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah kapita selekta
Di
Susun oleh Kelompok:
Fevi
Indriyani (A1I01073)
Hefy
(A1I013051)
Helga
Yunia (A1I0130
Herlina
Okta Lestari (A1I0130
Ice
Karlina (A1I013045)
Julita
Andriana (A1I013009)
s
PROGRAM STUDI KEPENDIDIKAN GURU
ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT,
karena atas Rahmat dan HidayahNya lah penulis dapat menyelesaikan Makalah ini.
Dimana pada kesempatan ini, penulis mengangkat Judul “Metode
Parenting Seminar”.
Penulis
banyak menerima bimbingan dari berbagai pihak. Semoga Allah SWT melimpahkan
Rahmat dan HidayahNya kepada semua pihak yang telah membantu sampai
terselesainya makalah ini.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ibu Dr. Hj. Nina Kurniah,
M.Pd dan Ibu Melia Eka Daryati, M.Pd selaku dosen pengampuh mata kuliah Kapita
Selekta PG PAUD Universitas Bengkulu.
2. Serta teman-teman
seperjuangan yang telah banyak memberikan motivasi dan saran dalam
menyelesaikan makalah ini
Penulis menyadari masih banyaknya kekurangan, oleh karena itu
diharapkan kritik dan saran dari pembaca, agar bisa jadi bahan pembelajaran
bagi penulis dan bahan pertimbangan dalam penulisan makalah yang sama dalam
penulisan makalah yang akan datang.
Bengkulu, Desember 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Anak usia dini adalah
sosok individu yang unik. Anak usia dini berada pada rentang usia0-8 tahun.
Pada masa ini anak berada di periode keemasan dan pertumbuhan. Hal tersebut dikarenakan
pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini bergerak dengan cepat dan
merupakan dasar bagi perkembangan tahap selanjutnya (Depdiknas, USPN, 2004:4).
Orang tua adalah salah satu faktor penting yang akan
mengantarkan bagaimana masa perkembangan Anak. Orang tua memiliki tugas utama
mendidik keturunannya. Dengan kata lain, dalam relasi antara anak dan orang tua
secara kodrat tercakup unsure pendidikan untuk membangun kepribadian anak dan
mendewasakannya, maka orang tua menjadi agen
pertama danutama yang mampu dan bertanggung jawab dalam mendidik
anak-anaknya agar menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan
sikap mental yang sehat serta akhlak yang terpuji. Keluarga
sebagai unit sosial terkecil di masyarakat yang terbentuk atas dasar komitmen
untuk mewujudkan fungsi keluarga khususnya fungsi sosial dan fungsi pendidikan
, harus benar- benar dioptimalkan sebagai mitra lembaga PAUD. Oleh karena itu
melalui program parenting sebagai wadah komunikasi antar orang tua.
Parenting
adalah upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan
sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk
kegiatan belajar secara mandiri. Dengan
adanya kegiatan parenting orang tua
dapat mengetahui cara pengasuhan yang baik untuk anaknya. Melalui parenting ini
ada kegiatan yang bisa dilakukakan dilembaga PAUD untuk mengajak orang tua
menambah pengetahuannya tentang cara mengasuh dan menstimulasi perkembangan
anak terutama pada emosinya. Seperti yang kita ketahui dilapangan orang tua banyak
yang tidak mengerti cara melatih emosi anak padahal emosi anak sangat penting
untuk perkembangan selanjutnya. Karena Emosi sebagai perpaduan dari beberapa
perasaan yang mempunyai intensitas yang relatif tinggi dan menimbulkan suatu
gejolak suasana batin. Seperti halnya perasaan, emosi juga membentuk suatu
kontinum, bergerak dari emosi positif hingga yang bersifat negatif. Berdasarkan
permasalahan diatas kami tertarik membuat makalah dan membahas tentang parenting kunjungan kerumah
pada lembaga pendidikan anak usia dini.
B. Identifikasi Masalah
Dari
latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
1.
Masih banyak orang tua dan pendidik yang
belum mengetahui cara melakukan parenting yang sesuai untuk anak dan merancang
bahkan mengadakan acara parenting itu sendiri.
2.
Masih kurangnya pemahaman orang tua dan
guru tentang cara menstimulasi perkembangan emosi anak, padahal perkembangan
anak harus dipahami dan distimulasi sedini mungkin sehingga anak bisa
berkembang sesuai dngan pertumbuhan usianya.
C.
Rumusan
Masalah
1.
Apakah yang dimaksud dengan parenting?
2.
Apakah yang dimaksud dengan parenting
kunjungan kerumah?
3.
Bagaimana cara melaksanakan parenting
kunjungan kerumah?
D.Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian parenting
2.
Untuk mengetahui pengertian parenting kunjungan
kerumah
3.
Untuk mengetahui bagaimana cara
melaksanakan parenting kunjungan kerumah
E. Manfaat
Ditinjau
secara praktis maupun teoritis, maka kegunaan makalah ini adalah:
1.
Secara Praktis
Secara praktis hasil makalah ini
diharapkan dapat memperoleh manfaat sebagai berikut:
a. Bagi
penulis dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang parenting.
b.
Bagi orang tua dapat memberikan
pengetahuan tentang menstimulasi perkembangan anak dengan tepat.
c.
Bagi guru dapat menambah wawasan tentang
parenting dan dapat melaksanakan
parenting terutama parenting kunjungan kerumah.
2.
Secara teoritis
Secara teoritis hasil makalah ini
diharapkan dapat memperoleh manfaat sebagai berikut:
a.
Menambah wawasan terutama yang berkenaan
dengan parenting
b.
Hasil dari makalah ini diharapkan dapat
memberi kontribusi pemikiran dalam melatih emosi pada anak
BAB
II
KAJIAN
TEORI
A.
Parenting
1.Pengertian
Parenting
Menurut Chabib Thoha,
parenting merupakan suatu cara terbaik yang ditempuh oleh orang tua dalam
mendidik anak sebagai perwujudan dari rasa tanggung jawab kepada anak.
Sedangkan
menurut M. Shohib, pola asuh adalah upaya orang tua yang diaktualisasikan pada
penataan lingkungan sosial, lingkungan budaya, suasana psikologis serta
perilaku yang ditampilkan pada saat terjadinya pertemuan dengan anak-anak.
Jadi,
parenting adalah bagaimana cara orang
tua mendidik anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Parenting
menyangkut semua perilaku orang tua sehari-hari baik yang berhubungan langsung
dengan anak maupun tidak, yang dapat ditangkap maupun dilihat oleh
anak-anaknya, dengan harapan apa yang diberikan kepada anak (pengasuhan) akan
berdampak positif bagi kehidupannya terutama bagi agama, diri, bangsa, dan juga
negaranya.
3. Tujuan Parenting
Keluarga sebagai unit
sosial terkecil di masyarakat yang terbentuk atas dasar komitmen untuk
mewujudkan fungsi keluarga khususnya fungsi sosial dan fungsi pendidikan ,
harus benar- benar dioptimalkan sebagai mitra lembaga PAUD.Oleh karena itu
melalui program parenting sebagai wadah komunikasi antar orang tua, disamping
untuk memberikan sosialisasi terhadap program-program yang diselenggarakan oleh
lembaga PAUD. Tujuan parenting dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut:
Secara
umum tujuan program parenting, adalah mengajak para orang tua untuk
bersama-sama memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Sedangkan secara
khusus tujuan pengembangan program parenting adalah :
a. Meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melaksanakan perawatan,
pengasuhan, dan pendidikan anak di dalam keluarga sendiri dengan landasan
dasar-dasar karakter yang baik.
b. Mempertemukan
kepentingan dan keinginan antara pihak keluarga dan
pihak sekolah guna mensikronkan keduanya sehingga pendidikan karakter
pihak sekolah guna mensikronkan keduanya sehingga pendidikan karakter
yang dikembangkan di lembaga PAUD dapat
ditindak lanjuti di lingkungan
keluarga.
keluarga.
c. Menghubungkan
antara program sekolah dengan program rumah.
3.Manfaat
Parenting
a. Lebih
terjalinnya hubungan silaturahim dan kedekatan orang tua dan guru.
b. Membuka
ruang diskusi atau shering serta ketrbukaan anatara orang tua dan guru.
c. Orang
tua bisa mendapatkan informasi yang utuh mngenaiprogram pendidikan
anak-anaknya.
d. Orang
tua dapat langsung menyampaikan saran maupun kritik kepada pihak sekolah secara
terbuka.
e. Para
guru dapat banyak masukan yang bisa dijadikan acua dan pertimbangan dalam
menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
B.Parenting
Kunjungan Kerumah
1.
Pengertian Parenting kunjungan kerumah
Kunjungan kerumah
adalah kegiatan silaturahmi antar orangtua atau pengelola/pendidik ke rumah
orangtua yang bertujuan untuk mempererat hubungan, menjenguk, atau dalam rangka
memberi/meminta dukungan tertentu yang dilakukan secara kekeluargaan.
Kunjungan
kerumah merupakan kegiatan yang dilakukan pendidik dengan mengunjungi rumah
orangtua peserta didik. Home visit ini memiliki makna penting untuk membangun
hubungan yang solid antara pendidik dan orangtua. Kegiatan ini biasanya
dilakukan pada awal dan akhir tahun ajaran. Namun demikian home visit juga
dapat dilakukan ketika kegiatan pembelajaran sedang berlangsung ditahun
tersebut.
2.
Tujuan Parenting Kunjungan Kerumah
a. Menjalin
silaturahmi antara keluarga dan lembaga pendidikan anak usia dini.
b. Menggali
informasi tentang pola-pola pendidikan orangtua dalam keluarga.
c. Menemukan
pemecahan masalah secara bersama-sama terhadap masalah yang dihadapi oleh
orangtua di rumah.
3. Waktu Pelaksanaan Parenting
Kunjungan Kerumah
Kegiatan
ini dirancang oleh pengelola program penguatan PAUD berbasis keluarga sebagai
kegiatan insidental sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan dilakukan oleh tenaga
pengelola, pendidik dan orangtua lain. Dalam kunjungan rumah ini diusahakan
peserta yang ikut dalam kunjungan rumah tidak lebih dari 3 orang (1 orang
pengelola, 1 orang tenaga pendidik, dan 1 orang perwakilan orangtua). Hal ini
untuk menghindari agar orang tua yang dikunjungi tidak merasa terbebani/direpotkan.
Kegiatan ini dilaksanakan sekitar 1 jam.
Kunjungan
kerumah ini bisa dilakukan pada saat hari biasa untuk sekdar menjalin
silaturahmi, pada saat anak /keluarga anak asakit, pada saat ada acara dirumah
anak.
4. Sasaran Kegiatan Parenting
Kunjungan Kerumah
Kegiatan ini tidak saja
diperuntukkan untuk orangtua, tetapi untuk seluruh anggota keluarga yang
serumah, misalnya : ibu, ayah, kakak, nenek, kakek, baby sitter, pembantu, dan
anggota keluarga lain yang tinggal serumah dengan anak usia dini.
5. Pendekatan/Sasaran kegiatan
Parenting Kunjungan Kerumah
Kunjungan rumah dapat
dimulai dengan obrolan ringan dan dilanjutkan dengan membahas berbagai pola
pendidikan anak yang dilakukan orangtua. Dalam kegiatan ini dibiarkan orangtu
yang mencari jawabannya sendiri. Saran hanya diberikan jika diminta atau jika
suasananya memungkinkan, sehingga tidak terkesan menggurui. Keluarga lain yang
ikut serta dalm kunjungan rumah dapat berperan menjadi orang yang sedang
belajar atau menjadi narasumber.
6. Tahapan kegiatan
a.
Pengelola melakukan identifikasi
keluarga-keluarga yang akan dikunjungi.
b.
Pengelola melakukan
kontak/komunikasi dengan keluarga yang akan dikunjungi dengan menjelaskan maksud
dan tujuan kunjungan, waktu yang dibutuhkan, dan proses kegiatan yang akan
dilaksanakan.
c.
Pengelola menyiapkan sarana dan
prasarana yang dibutuhkan berupa lembar
pengamatan atau alat-alat dokumentasi lainnya.
pengamatan atau alat-alat dokumentasi lainnya.
d.
Pengelola dan pendidik
memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan kepada semua
anngota keluarga yang ada.
e.
Pengelola dan pendidik mengajak keluarga untuk
berbagi pengalaman tentang
hal-hal yang terkait dengan perawatan, pengasuhan, dan
pendidikan untuk anak-anak dalam
keluarga.
f.
Pengelola dan pendidik mengajak
orangtua untuk melakukan permainan bersama anak di dalam keluarga
dengan mengoptimalkan alat permainan
edukatif yang ada dalam keluarga..
g.
Pengelola dan pendidk mengajak
keluarga untuk merefleksikan apayang sudah dilakukan saat itu.
h.
Pengelola melaukan evaluasi
kegiatan dengan aspek yang diuji sekurang-
kurangnya : waktu yang diperlukan, kredibilitas narasumber, pendekatan,
kunjungan dan partisipasi orangtua.
kurangnya : waktu yang diperlukan, kredibilitas narasumber, pendekatan,
kunjungan dan partisipasi orangtua.
7.
Pelaksanaan
Parenting Kunjungan Kerumah
a.
Persiapan
(1)
Buat jadual kunjungan yang tepat dan kirimkan
jadual tersebut ke
(2)
orangtua agar orangtua mengetahui kapan kunjungan dan
rentang waktunya.
(3)
Siapkan sarana, seperti kamera, nametag, album foto
yang memuat aktivitas anak tahun sebelumnya.
(4)
Siapkan sesuatu yang dapat dipakai untuk membuka
percakapan(berbagi informasi tentang anak dan yang dapat digunakan untuk kesempatan
observasi). misalnya buku cerita, atau alat permainan yang dapat digunakan anak
untuk bermain sementara pendidik berbicara dengan orangtua.
(5)
Bawa form informasi untuk orangtua yang memuat: nama
dan nomor telepon, kalender sekolah (hari libur dan even spesial), info tentang
makanan kecil jika orangtua akan menyediakannya, dan daftar aturan untuk
merayakan ulangtahun dan membawa sesuatu untuk dibagi di sekolah.
b.
Pelaksanaan
(1)
Datang tepat waktu sesuai kesepakatan.
(2)
Sampaikan tujuan kunjungan dan berapa lama akan
dilakukan.
(3)
mulailah selalu dengan mendiskusikan hal-hal yang
positif, meskipun tujuan kunjungan mungkin untuk mendiskusikan suatu masalah.
(4)
Jangan mendominasi pembicaraan. Berikan waktu bagi
keluarga untuk pendapat mereka, anak mereka serta hal-hal lain yang menjadi
perhatian dan minat mereka.
(5)
Jangan membicarakan anak didepannya kecuali memberikan
pujian yang tulus dan umpan balik yang positif.
(6)
Jadilah tamu yang menyenangkan. Jika orangtua
menawarkan sesuatu untuk dimakan atau diminum, terima dengan sopan.
(7)
Jangan membuat penilaian tentang lingkungan rumah
meskipun lingkungan fisik rumah tidak sesuai bayangan sebuah rumah yang tepat
untuk perkembangan dan pertumbuhan anak.
Jika pendidik tidak sanggup untuk
mengunjungi dua atau tiga orangtua di rumah, dia dapat mengundang mereka dalam
pertemuan khusus di lembaga. Beberapa orangtua mungkin lebih suka diundang
dalam pertemuan dalam kelompok kecil. Jika orangtua tidak dapat datang ke
lembaga dan pendidik tidak dapat berkunjung ke rumah, maka pendidik dapat
mengundang mereka untuk bertemu di tempat lain sesuai kesepakatan. Pertemuan di
tempat yang netral mungkin membantu orangtua merasa nyaman. Jika tidak mungkin,
pendidik dapat mencoba kontak melalui telepon, atau surat
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
1). parenting adalah bagaimana cara orang
tua mendidik anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Parenting
menyangkut semua perilaku orang tua sehari-hari baik yang berhubungan langsung
dengan anak maupun tidak, yang dapat ditangkap maupun dilihat oleh
anak-anaknya, dengan harapan apa yang diberikan kepada anak (pengasuhan) akan
berdampak positif bagi kehidupannya terutama bagi agama, diri, bangsa, dan juga
negaranya.
2). Parenting kunjungan kerumah adalah
kegiatan silaturahmi antar orangtua atau pengelola/pendidik ke rumah orangtua
yang bertujuan untuk mempererat hubungan, menjenguk, atau dalam rangka
memberi/meminta dukungan tertentu yang dilakukan secara kekeluargaan.
3).
Tahap pelaksanaan pada parenting kunjungan kerumah ini dimulai dengan tahap
prencanaan atau persiapan dengan menyusun jadwal kunjungan, menyiapkan sarana
dan segala sesusatu yang dibutuhkan saat akan mengadakan parenting kunjungan
kerumah. Kemudian saat jadwal kunjungan
sudah disepakati dan saat kunjungan kerumah berlangsung kita harus datang tepat
waktu, jangan mendominasi pembicaraan artinya kita harus memberikan kesempatan
orang tua untuk menyampaikan pendapat mereka, selain itu kita juga harus
menjadi tamu yang menyenangkan tanpa menyingggung kondisi fisik lingkungan dan
membicarakan anaknya didepan mereka kecuali memberikan pujian, dengan begitu
parenting kunjungan kerumah ini akan berjalan dngan baik.
B.
Saran
Diharapkan untuk penulis selanjutnya dapat mencari
dan menambahkan materi yang lebih banyak agar guru lebih mudah mencari
referensi saat ingin mengadakan parnting kunjungan kerumah dan cara menstimulasi
perkembangan emosi anak.
DAFTAR
PUSTAKA
Comments
Post a Comment